Digitalisasi telah merambah ke berbagai sektor, termasuk ke dalam kehidupan asrama militer di Kalimantan Selatan. Akademi Militer di wilayah ini memperkenalkan konsep Smart Barrack, sebuah inovasi fasilitas asrama yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung efisiensi dan disiplin para taruna. Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi TNI dalam mencetak perwira yang tidak hanya cakap secara fisik, tetapi juga melek teknologi dan terbiasa dengan ekosistem digital. Fasilitas asrama ini bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan laboratorium hidup di mana setiap aktivitas dipantau dan dikelola secara cerdas guna mencapai hasil pendidikan yang optimal.
Penerapan teknologi IoT di dalam asrama mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen energi hingga sistem keamanan tingkat tinggi. Sebagai contoh, sistem pencahayaan dan pengkondisian udara di barak diatur secara otomatis berdasarkan kehadiran taruna di dalam ruangan, yang secara signifikan mampu menghemat konsumsi energi. Selain itu, setiap taruna dibekali dengan perangkat yang terhubung ke jaringan pusat asrama untuk memantau jadwal harian, distribusi logistik, hingga evaluasi kesehatan secara real-time. Dengan adanya sistem ini, tidak ada lagi celah untuk ketidaksiplinan waktu, karena setiap pergerakan dan pemenuhan tanggung jawab terekam secara digital dalam basis data pusat.
Fasilitas Asrama modern ini juga dilengkapi dengan sistem pemantauan kesehatan yang terintegrasi pada setiap tempat tidur atau perangkat pribadi yang dikenakan taruna. Sensor suhu tubuh, detak jantung, dan kualitas tidur dipantau secara berkala untuk memastikan setiap calon perwira dalam kondisi fisik yang prima sebelum memulai latihan berat. Jika sistem mendeteksi adanya penurunan kondisi kesehatan secara abnormal, tim medis akan segera mendapatkan notifikasi untuk melakukan tindakan preventif. Hal ini membuktikan bahwa teknologi digunakan untuk melindungi aset paling berharga dalam militer, yaitu sumber daya manusianya, melalui pendekatan yang lebih presisi dan saintifik.
Bagi seorang Taruna di Kalimantan Selatan, hidup di dalam smart barrack juga berarti belajar tentang keamanan siber secara praktis. Mereka diajarkan bagaimana menjaga kerahasiaan data dalam jaringan asrama dan memahami risiko yang ada di dunia digital. Pengalaman langsung tinggal di lingkungan yang berbasis teknologi tinggi ini akan membentuk pola pikir yang adaptif terhadap perubahan zaman. Saat mereka lulus dan menjadi perwira, mereka tidak akan canggung lagi dalam mengoperasikan alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern yang mayoritas sudah berbasis komputerisasi dan jaringan terintegrasi.
