Resimen Para Komando: Asal Muasal Lahirnya Kopassus sebagai Pasukan Khusus

Sejarah terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tidak terlepas dari peran penting Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), yang menjadi cikal bakal Pasukan Khusus kebanggaan Indonesia saat ini. RPKAD merupakan embrio dari kemampuan operasi khusus yang terus berkembang, menempatkan Indonesia memiliki unit Pasukan Khusus yang disegani di kancah global. Memahami asal-usul RPKAD adalah kunci untuk mengapresiasi perjalanan panjang Kopassus.

Pembentukan RPKAD berawal dari kebutuhan mendesak untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat pada awal 1950-an. Pada 16 April 1952, dibentuklah Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT III/Siliwangi) dengan Komandan pertama Mayor Mochammad Idjon Djanbi. Beliau adalah seorang mantan kapten KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) yang memiliki pengalaman tempur sebagai anggota pasukan komando Sekutu pada Perang Dunia II. Idjon Djanbi membawa standar pelatihan dan doktrin operasi khusus yang tinggi, menjadi fondasi bagi pembentukan Pasukan Khusus yang lebih profesional.

Kesko TT III/Siliwangi kemudian berubah nama menjadi Komando Pasukan Gabungan (Kopasgab) pada tahun 1952, dan tak lama kemudian, pada 12 Desember 1952, diresmikan menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). Perubahan nama ini juga diiringi dengan pengembangan doktrin dan struktur organisasi yang lebih terarah untuk operasi-operasi komando. Latihan yang diberikan sangat berat, meliputi kemampuan infiltrasi, sabotase, pertempuran jarak dekat, dan survival di berbagai medan. Para prajurit ditempa untuk menjadi individu yang mandiri, berani, dan sangat terampil dalam menghadapi situasi paling ekstrem.

Sepanjang tahun 1950-an dan 1960-an, RPKAD terlibat aktif dalam berbagai operasi militer penting di Indonesia. Contohnya, penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta, operasi Trikora di Irian Barat, dan operasi Dwikora dalam konfrontasi dengan Malaysia. Keberhasilan dalam operasi-operasi ini menegaskan kapabilitas RPKAD sebagai Pasukan yang efektif dan menjadi andalan TNI AD. Transformasi dari RPKAD menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) pada tahun 1966, dan akhirnya menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada tahun 1986, menandai evolusi berkelanjutan dalam organisasi dan tugas mereka, namun esensi sebagai Pasukan Khusus yang berani dan terlatih tetap tak tergoyahkan.