Indonesia, dengan potensi perikanan yang melimpah ruah, seringkali menjadi sasaran empuk praktik penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing. Kejahatan ini tidak hanya merugikan negara triliunan rupiah setiap tahun, tetapi juga merusak ekosistem laut dan mengancam keberlanjutan sumber daya ikan bagi nelayan lokal. Dalam Perang Melawan illegal fishing, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berdiri di garis depan, melakukan upaya tegas untuk menjaga dan melindungi kekayaan bahari Indonesia.
TNI AL memiliki mandat yang jelas untuk menegakkan hukum di laut dan memberantas illegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal asing maupun domestik. Operasi penangkapan ikan ilegal seringkali melibatkan kapal-kapal besar yang menggunakan alat tangkap merusak atau beroperasi tanpa izin di wilayah perairan Indonesia. TNI AL mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) berbagai tipe, pesawat intai maritim, dan helikopter untuk melakukan patroli rutin di seluruh Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan perairan teritorial. Setiap kapal yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak tegas. Sebagai contoh, pada hari Kamis, 17 April 2025, KRI Teuku Umar-385 berhasil menangkap tiga kapal ikan berbendera asing yang kedapatan mencuri ikan di perairan Laut Natuna Utara. Barang bukti berupa ribuan ton ikan ilegal dan para awak kapal kemudian diserahkan ke Pangkalan TNI AL terdekat untuk diproses hukum.
Dalam Perang Melawan illegal fishing, TNI AL bekerja sama erat dengan berbagai instansi terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). Sinergi ini memungkinkan pertukaran informasi intelijen dan pelaksanaan operasi gabungan yang lebih efektif. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam berbagai kesempatan selalu mengapresiasi peran TNI AL dalam Perang Melawan praktik merugikan ini. Komitmen pemerintah dalam penenggelaman kapal ikan ilegal juga menjadi bentuk ketegasan yang didukung penuh oleh TNI AL.
Selain penindakan di laut, upaya Perang Melawan illegal fishing juga mencakup langkah-langkah pencegahan, seperti peningkatan kesadaran masyarakat pesisir tentang pentingnya menjaga sumber daya laut, serta pembangunan sistem pengawasan yang lebih canggih. TNI AL terus berupaya meningkatkan kapasitas prajurit dan modernisasi alutsista untuk menghadapi tantangan illegal fishing yang semakin kompleks. Pada hari Sabtu, 28 Juni 2025, pukul 09.00 WIB, Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Kepolisian Sektor setempat akan mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga sumber daya laut dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada nelayan lokal.
Dengan demikian, dedikasi TNI AL dalam Perang Melawan illegal fishing adalah jaminan bagi keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Upaya tegas mereka tidak hanya melindungi kekayaan alam, tetapi juga memastikan masa depan yang lebih baik bagi nelayan dan generasi mendatang.
