Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) kini telah disiapkan dengan skema pengamanan puncak menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Seluruh elemen keamanan, baik dari TNI maupun Polri, telah berkoordinasi secara intensif untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian Misa Akbar yang akan dihadiri oleh Bapa Suci. Persiapan ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam menjamin keselamatan tamu negara dan jutaan umat yang diperkirakan akan hadir.
Operasi gabungan yang melibatkan ribuan personel ini telah dimulai sejak beberapa minggu terakhir. Pada hari Selasa, 27 Agustus 2024, pukul 10.00 WIB, telah dilakukan simulasi pengamanan skala penuh di GBK, disaksikan langsung oleh perwakilan dari Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya dan Polda Metro Jaya. Simulasi ini mencakup skenario pengamanan rute kedatangan Paus, pengaturan massa, hingga prosedur evakuasi darurat, demi memastikan setiap detail pengamanan puncak telah diperhitungkan dengan cermat.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya, Mayjen TNI Wira Santoso, dalam keterangannya usai simulasi, menyatakan bahwa seluruh personel TNI yang terlibat telah menjalani pelatihan khusus dan siap menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi. “Kami telah menyiapkan ring pengamanan berlapis, mulai dari perimeter luar hingga area VVIP di dalam stadion,” tegas Mayjen Wira Santoso. Personel dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri juga turut dilibatkan dalam operasi ini untuk mengantisipasi potensi ancaman ekstremisme.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Budi Cahyo, menambahkan bahwa selain pengamanan fisik, aspek intelijen dan siber juga menjadi fokus utama dalam pengamanan puncak ini. “Kami telah mengaktifkan pusat komando dan kendali terpadu untuk memantau setiap pergerakan dan potensi ancaman secara real-time,” ujar Irjen Budi Cahyo. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan petugas keamanan dan mengikuti segala petunjuk demi kelancaran acara. Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dijadwalkan pada tanggal 3 hingga 6 September 2024, dengan Misa Akbar di GBK menjadi salah satu agenda utamanya. Semua upaya pengamanan puncak ini adalah bukti komitmen negara dalam memberikan pengalaman yang aman dan berkesan bagi semua pihak yang terlibat.
