Mengenal akar sejarah merupakan fondasi penting bagi setiap calon perwira untuk memahami jati diri bangsa dan menghargai pengorbanan para pendahulu. Kegiatan Napak Tilas Sejarah yang dilakukan oleh para taruna Akademi Militer di Kalimantan Selatan merupakan bentuk penghormatan sekaligus sarana refleksi atas perjuangan merebut kemerdekaan. Dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, para taruna tidak hanya membaca narasi dari buku, tetapi merasakan langsung atmosfer perjuangan yang pernah terjadi di tanah Borneo. Langkah ini krusial untuk menumbuhkan semangat juang yang tinggi serta kesadaran akan tanggung jawab besar yang kini ada di pundak mereka sebagai penerus estafet kepemimpinan militer.
Pelaksanaan Kunjungan Edukatif ini dirancang sedemikian rupa agar para taruna mendapatkan wawasan komprehensif mengenai strategi perang gerilya dan kepemimpinan para tokoh lokal. Mereka mendatangi berbagai monumen dan museum yang menyimpan bukti otentik perlawanan rakyat terhadap penjajah. Di setiap lokasi, dilakukan sesi diskusi mendalam mengenai taktik yang digunakan para pejuang dengan keterbatasan alat utama sistem senjata kala itu. Pembelajaran lapangan ini memberikan perspektif baru bahwa kecerdasan strategi dan dukungan rakyat seringkali menjadi kunci kemenangan yang lebih menentukan daripada sekadar kecanggihan teknologi militer semata.
Wilayah Kalsel memiliki deretan tokoh pahlawan nasional yang legendaris, seperti Pangeran Antasari yang dikenal dengan semangat “Haram Manyerah Waja Sampai Kaputing”. Nilai-nilai inilah yang berusaha diserap oleh para taruna. Mereka belajar bahwa loyalitas kepada negara dan rakyat adalah harga mati. Kunjungan ke makam pahlawan dan situs benteng pertahanan lama memberikan efek psikologis yang mendalam bagi mereka; ada rasa haru sekaligus bangga yang memicu semangat untuk berlatih lebih keras di akademi. Pemahaman bahwa kebebasan yang dinikmati hari ini dibayar dengan darah dan air mata membuat para taruna lebih menghargai setiap tetap keringat dalam masa pendidikan mereka.
Setiap Situs Pahlawan yang dikunjungi memiliki cerita unik yang mencerminkan kearifan lokal dalam membela tanah air. Para taruna juga berinteraksi dengan sejarawan dan saksi hidup yang masih ada untuk mendapatkan detail cerita yang mungkin tidak tercatat secara luas dalam dokumen resmi. Hal ini memperkaya khazanah pengetahuan mereka tentang sejarah militer regional. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat sekitar bahwa TNI sangat menghargai sejarah. Kehadiran taruna di situs-situs tersebut seringkali menarik perhatian warga, sehingga tercipta komunikasi sosial yang positif antara calon perwira dengan masyarakat setempat.
