Momen cuti Lebaran merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh para Taruna Akademi Militer setelah berbulan-bulan menjalani pendidikan yang penuh dengan ketegangan serta kedisiplinan yang kaku. Namun, bagi pimpinan lembaga, masa libur ini bukanlah waktu untuk melepas segala aturan, melainkan menjadi ujian nyata bagi karakter seorang calon perwira. Himbauan Gubernur Akmil Kalsel secara tegas mengeluarkan arahan penting terkait perilaku dan tanggung jawab yang harus dijaga selama para Taruna berada di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga marwah almamater.
Dalam setiap kesempatan menjelang masa liburan, penekanan utama yang selalu disampaikan adalah soal kedisiplinan Taruna. Sering kali, suasana santai bersama keluarga di kampung halaman membuat kewaspadaan dan standar perilaku menurun. Gubernur mengingatkan bahwa seorang Taruna adalah representasi TNI di mata masyarakat luas. Oleh karena itu, perilaku mereka di luar asrama akan menjadi cerminan langsung bagaimana institusi mendidik dan membentuk kepribadian mereka selama di lembaga pendidikan.
Arahan mengenai cuti Lebaran ini mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Mulai dari kepatuhan terhadap norma hukum, etika bergaul dengan masyarakat, hingga cara berpakaian dan pembawaan diri. Meskipun mereka tidak sedang berada di bawah pengawasan langsung para pengasuh, kedisiplinan harus tetap tertanam dalam sanubari sebagai bagian dari jati diri. Gubernur menegaskan bahwa kedisiplinan yang sejati bukanlah sesuatu yang dipaksakan oleh atasan, melainkan kesadaran internal yang muncul dari pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kemiliteran.
Salah satu poin penting dalam himbauan tersebut adalah kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran yang bisa merugikan diri sendiri maupun citra institusi. Di era media sosial yang serba cepat ini, setiap tindakan yang kurang elok bisa dengan mudah tersebar luas. Oleh karena itu, para Taruna diminta untuk bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi. Mereka harus mampu menjaga etika digital yang selaras dengan sikap seorang prajurit. Himbauan ini bukan untuk membatasi kebebasan mereka, melainkan untuk melindungi masa depan karir mereka sebagai perwira TNI yang nantinya akan menjadi pemimpin di satuan masing-masing.
Selain soal perilaku, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan kesehatan selama liburan. Masa cuti harus dimanfaatkan untuk beristirahat dan mempererat hubungan keluarga, sehingga mereka bisa kembali ke kampus dalam keadaan segar dan termotivasi. Menjaga pola makan dan menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat menjadi bagian dari disiplin diri. Sebab, tantangan pendidikan setelah libur Lebaran dipastikan akan kembali meningkat, dan membutuhkan ketahanan fisik serta mental yang prima dari setiap individu.
